Ringkasan Tips Membangun Rumah Sejuk Tanpa AC
Berikut beberapa tips memaksimalkan rumah yang sejuk tanpa menggunakan AC:
- Gunakan atap yang dapat menghalau panas
- Jarak plafon dengan lantai sebaiknya > 2,75 meter
- Ventilasi haruslah lancar, gunakan jendela yang besar
- Rumah sebaiknya tidak menghadap langsung matahari, sebaiknya menghadap Utara atau Selatan
- Gunakan taman untuk meminimalisir panas
Tips Membangun Rumah Yang Sejuk Tanpa AC (2)
Ventilasi haruslah lancar, penggunaan jendela yang berukuran besar dan mengikuti aliran udara sebaiknya diperhatikan. Jendela sebaiknya berasa di sisi utara dan selatan rumah agar dapat menjadi sirkulasi udara.
Rumah sebaiknya tidak menghadap langsung matahari, atau tidak menghadap barat atau timur. Sebaiknya menghadap Utara atau Selatan. Jika rumah anda terlanjur menghadap barat atau timur, sebaiknya gunakan sun screen untuk menghalau sinar langsung matahari.
Gunakan taman untuk meminimalisir panas. Sebagai contoh taman di sisi barat dan timur dapat menghalau sinar matahari langsung dan membuat hawa yang mauk ke rumah menjadi sejuk. Taman di dapur dan garasi dapat meminimalisir panas dari dapur dan kendaraan.
Tips Membangun Rumah Yang Sejuk Tanpa AC (1)
Daerah Jakarta yang panas membuat beberapa rumah baru sudah memasukkan pemasangan AC sebagai bagian dari proses pembangunan rumah. Padahal dengan memasang AC, selain pengeluaran listrik menjadi besar, juga merupakan langkah yang tidak ramah lingkungan. Lalu, bagaimana caranya mengatasi kondisi yang panas tanpa AC?
Berikut beberapa tips memaksimalkan rumah yang sejuk tanpa menggunakan AC:
Gunakan atap yang dapat menghalau panas, material yang baik untuk menghalau panas adalah genteng. Penggunaan atap bermaterial asbes, metal ataupun seng sebaiknya diganti dengan genteng. Genteng yang digunakan tidak harus yang genteng keramik ataupun yang mewah.
Jarak plafon dengan lantai sebaiknya diperhatikan, fungsi plafon yang berguna untuk menahan panas yang mampu melewati atap sangat berguna meminimalisir panas yang masuk ke rumah. Jarak plafon ke lantai yang baik adalah 2,75 meter, 3 meter sampai dengan 4 meter.
Tips Rumah Tahan Gempa
Membangun Rumah Tahan Gempa
Wilayah Indonesia yang rawan gempa dan beberapa kejadian gempa sebelumnya, semakin meyakinkan kita untuk merancang suatu rumah yang tahan terhadap goncangan gempa atau minimal dapat meminimalisir kehancuran saat gempa terjadi. Merancang rumah tahan gempa pada dasarnya membutuhkan dua hal untuk diperhatikan.
Pertama adalah struktur rumah, untuk bertahan terhadap gempa dibutuhkan struktur yang kokoh. Struktur yang kokoh dapat dimulai dari pondasi beton bertulang dan antar bagian yang terjalin solid. Sebagai contoh untuk rumah berbentuk L, sebaiknya pondasi dibagi menjadi dua bagian.
Kedua adalah fleksibilitas bangunan, selain harus kokoh, bagunan juga harus fleksibel mengikuti goncangan gempa. Salah satu cara untuk membangun rumah yang fleksibel adalah dengan menggunakan material atap dan dinding yang ringan, penggunaan material kayu seperti yang digunakan di rumah-rumah Jepang adalah contoh fleksibilitas. Penggunaan kaca dalam material rumah sebaiknya diminimalisir atau juga dapat menggunakan material gypsum dan papan komposit.
Ketiga, gunakan furniture yang ringan dan menyatu dengan rumah, agar dapat felsibel mengikuti goncangan dan tidak jatuh menimpa penghuni rumah. Sebagai contoh furniture di Jepang yang ringan dan menyatu dengan dinding rumah.








