Kota Kembang atau Grand Depok City?
Anda yang tinggal di kota Depok pasti pernah mendengar tentang Kota Kembang, proyek perumahan besar yang berada di daerah rencana tol yang menghubungkan Depok dengan Bogor dan tol Jagorawi. Proyek Kota Kembang bisa dikatakan sebagai proyek yang sarat dengan masalah.
Ketika krisis 1998 yang lalu, bahkan proyek perumahan yang sudah dibangun sempat dihentikan, seperti di kawasan sektor melati, juga beberapa fasilitas yang dijanjikan tidak dapat direalisasikan. Seorang penghuni bahkan harus memasang sendiri pompa air, karena fasilitas air bersih yang dijanjikan tidak dapat dipenuhi. Penghuni yang lain harus menambah biaya pembangunan rumah, padahal harga awal sudah menjanjikan anah dan rumahnya.
Bagi anda yang sedang mencari perumahan mungkin juga mendengar tentang Grand Depok City, kawasan perumahan lengkap dengan taman bermain dan akses angkutan yang lengkap sampai kereta api dan rencana jalan tol.

Kota Kembang dan Grand Depok City adalah proyek yang sama, yang membedakan keduanya adalah, saat ini Kota Kembang telah berubah nama menjadi Grand Depok City.
Lalu, apakah rumah saya di Grand Depok City akan mengalami hal yang sama dengan yang terjadi di Kota Kembang?, Kota Kembang saat ini sudah berganti kepemilikan dari Grup Daksa ke Sumber Mitra Realtindo. Gerbang Kota Kembang sudah dirubuhkan dan diganti dengan Grand Depok City.

Beberapa fasilitas yang dijanjikan, seperti taman bermain Aladin Water Park sudah dibangun dan Developer Grand Depok City sudah menyatakan bahwa proyek ini adalah prioritas utama mereka. Jadi, mudah-mudahan rumah anda di Grand Depok City tidak bernasib seperti Proyek sebelumnya di Kota Kembang.






Dijual rumah Grand Depok City cluster Melati B5/1, hook, depan taman, LT.121 LB.90, listrik 2200 watt, sertifikat Hak Milik.
Kamar tidur 2
Kamar Pembantu 1
Kamar mandi 2
Carport 1
Fasilitas Depok Water Park, lapangan tenis, dekat pom bensin & pasar. Akses jalan bisa melalui pancoran mas, KSU, studio alam & cibinong.
harga +/- 350 jt, banyak peminatnya…
hubungi :
Teguh 021-33721409
Devy 021-32319012
silahkan bergabung di milis Grand Depok City untuk mengetahui lebih jauh permasalahan – permasalahan yang dihadapi oleh konsumen perumahan GDC baik pada saat pembangunan dan sehabis serah terima.
silahkan kirim email kosong ke granddepokcity-subscribe@yahoogroups.com
males ah…
saya beli rumah di grand depok city, cluster jasmine. pada waktu itu lahan belum dibuka, masih areal tanah alang-alang. menurut marketing (ibu AMY), lahan di belakang komplek tersebut adalah pemukiman penduduk. oke, saya beli. beberapa bulan kemudian lahan dibuka, dan ternyata di belakang komplek saya adalah Tempat Pemakaman Umum Kalimulya. Saat itu juga saya minta pindah lokasi. Dan dengan mudahnya ibu Amy mengatakan bahwa komplek Alamanda justru berada di atas kuburan yang sudah diganti rugio dan dipindahkan.
pada perkembangannya, rumah saya dibangun dengan adukan pasir yang jauh lebih banyak dari semennya, sehingga saya dapat mencuil tembok rumah saya dengan kuku jari saya. bulan juli 2009 saya terpaksa serah terima lantaran masa kontrakan saya habis. saya serah terima dalam kondisi : tidak ada sambungan listrik, tidak ada pompa air, keran air pun tidak diberi. Aaaaadaaa saja alasan developer untuk menghindar. Lantaran kepepet, saya beli keran sendiri, saya bor sumur sendiri, saya beli pompa air sendiri. bulan okt 2009 ini suami iseng-iseng naik ke loteng untuk membetulkan kabel listrik yang ngawur pemasangannya, dan ternyata kayu usuk, reng dan penyangga plafond saya sudah hancur dimakan rayap.
sampai saat ini juga tidak pernah ada kejelasan dari developer (yang pandai sekali menghindar) mengenai bagaimana sertifikat rumah saya. Akta Jual Beli pun kami belum tanda tangan, Asli Perjanjian Perikatan Jual Beli pun ditahan developer.
demikian komentar saya, saran saya : jangan pernah anda berpikir untuk membeli rumah di GRAND DEPOK CITY.